SKYMADA BUKA JARINGAN UKM LOGISTIK

PONTIANAK – Indonesia memiliki ribuan usaha yang bergerak dibidang logistik, utamanya dalam skala UKM. UKM Logistik ini terkadang menghadapi sejumlah kendala, salah satunya jaringan. Padahal dengan jumlah yang banyak, UKM logistik mampu menjalin kerjasama dengan maksud untuk memperluas jaringan. Menjawab permasalahan ini, dibangunlah aplikasi berbasis web yang berfungsi sebagai penghubung UKM logi

PONTIANAK – Indonesia memiliki ribuan usaha yang bergerak dibidang logistik, utamanya dalam skala UKM. UKM Logistik ini terkadang menghadapi sejumlah kendala, salah satunya jaringan. Padahal dengan jumlah yang banyak, UKM logistik mampu menjalin kerjasama dengan maksud untuk memperluas jaringan. Menjawab permasalahan ini, dibangunlah aplikasi berbasis web yang berfungsi sebagai penghubung UKM logistik, yakni Skymada.

“Sky Mada merupakan aplikasi logistic networking platform, yang mampu menghubungkan perusahaan logistik yang kecil, atau disebut dengan UKM logistik untuk bisa terhubung dalam satu sistem ,” ungkap Irvan.

Dengan aplikasi ini, kata Irvan, UKM Logistik memiliki sistem tracking layaknya sebuah perusahaan logistik. Harapannya dengan sistem ini, UKM logistik dapat bersaing di era digital sehingga brand velue meningkat. Mengingat perkembangan logistik secara digital saat ini cukup berkembang seiring dengan pertumbuhan e commerce di Indonesia. “Kita bisa bersinergi sama-sama membangun untuk meningkatkan nilai kita masing-masing, kami dari sisi aplikasinya, mereka dari sisi usahanya.”

Sejauh ini, kata dia aplikasi yang berbasis web ini sudah di launching awal November lalu, dan dapat diakases melalui web skymada.id. Meski sudah dapat digunakan, namun aplikasi yang dibangun masih pada tahap percobaan dengan versi beta.

“Kami masih testing beberapa UKM logistik lokal, dan sebelumnya kami sudah bertatap muka dengan mereka, untuk melihat tanggapan mereka serta mendapatkan masukan yang nantinya akan diolah untuk menghasilkan sistem yang lebih baik,” katanya.

Irvan menjelaskan, aplikasi yang dikembangkan akan dipakai sesama UKM logistik, yang memungkinkan data pengiriman dapat terintegrasi dalam sistem yang dibangun. Hal ini menjawab persoalan UKM logistik dari sisi tracking dan komunikasi antar perusahaan.

“Misal mau tracking barang, namun sulit untuk mendapatkan informasi sudah sampai mana barang yang dikirim. Biasanya untuk mengetahui ini mereka akan berkomunikasi melalui telpon, email, atau whatsapp, namun ini tidak efisien.”

Selain itu, lanjutnya, UKM logistik yang ingin membuat sebuah sistem sendiri, akan lebih sulit dan membutuhkan biaya yang lebih besar. Dengan bantuan aplikasi ini mereka tinggal menggunakan dan lebih hemat biaya.

Di samping itu, aplikasi ini akan memperluas jaringan sesama UKM logistik, karena aplikasi ini, lanjut Irvan, menyediakan fasilitas sosial media, sehingga mereka bisa saling berkenalan dan membangun kerjasama. Dengan begitu UKM logistik mampu bersaing dengan perusahaan logistik yang lebih besar atau perusahaan luar negeri yang memiliki teknologi lebih canggih.

Irvan menargetkan, setelah melakukan tes dengan versi beta, ia bersama timnya dapat segera mengeluarkan versi penuh (full version). Ditargetkan pada Desember tahun ini sudah dapat beroperasi dan dapat digunakan dalam skala nasional.

Untuk diketahui Skymada merupakan aplikasi jebolan program 1000 Start up Digital dari Kementerian Komunikasi dan Informasi. Tim yang terdiri dari Fajar Irvan, Ephesians Gilbert Mantiri, Wira Karmayudha, Ferry Setiawan, dan Robi Nusantara, menjadi tim asal Pontianak yang mendapatkan pembinaan dari program tersebut. (sti)

Sumber: https://www.pontianakpost.co.id/skymada-buka-jaringan-ukm-logistik